Portal Lengkap Dunia Restoran, Konsultasi dan Training SDM Restoran

Berapa Jumlah Ideal Karyawan untuk Satu Restoran?

Kita perlu mengetahui jumlah ideal karyawan untuk satu restoran. Hal ini penting agar tidak terjadi pemborosan biaya untuk gaji karyawan dan operasional restoran berjalan dengan baik. Terlalu banyak karyawan menyebabkan tidak produktif dan pengeluaran untuk gaji karyawan semakin besar, sebaliknya, terlalu sedikit karyawan akan merepotkan operasional restoran dan menambah beban pekerjaan karyawan.


Adakah rumus tertentu untuk mendapatkan jumlah ideal karyawan yang dibutuhkan?

Sejauh yang penulis ketahui, tidak ada rumus pasti atau rumusan baku tentang bagaimana mendapatkan berapa jumlah ideal karyawan untuk satu restoran. Sebaliknya, banyak sedikitnya karyawan yang dibutuhkan sangat tergantung kepada beberapa faktor sebagai berikut :

1. Sistem layanan
Restoran yang menerapkan sistem A la Carte atau Catat Pesan membutuhkan lebih banyak karyawan daripada restoran yang menggunakan sistem Buffet atau Prasmanan.

2. Kondisi bangunan restoran
Restoran dengan konsep taman dan restoran yang bangunannya terdiri dari beberapa lantai, membutuhkan lebih banyak karyawan dari restoran biasa.


3. Skill karyawan
Restoran yang memiliki lebih banyak karyawan senior cenderung membutuhkan lebih sedikit karyawan. Hal ini dikarenakan mereka memiliki skill atau kemampuan yang cukup dimana mereka mampu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Karyawan-karyawan ini mampu menempati berbagai posisi dikarenakan pengalaman dan lamanya mereka bekerja.

Faktor-faktor di atas sangat mempengaruhi perhitungan dalam mendapatkan berapa jumlah ideal karyawan untuk 1 restoran. Dengan demikian, kita tidak bisa menggunakan rumus yang tetap. Kita harus melakukan pengamatan dan evaluasi terhadap jumlah karyawan yang dibutuhkan. Hal ini setidaknya dilakukan selama 2 sampai 3 bulan sejak restoran dibuka.

Saat high session atau musim ramai, seperti saat bulan puasa atau akhir tahun, juga memerlukan pengamatan dan perhitungan tersendiri mengenai berapa jumlah ideal karyawan satu restoran.

Anda juga bisa membaca artikel : Pengertian dan Manfaat Retensi Karyawan di Restoran

Demikian artikel tentang berapa jumlah ideal karyawan untuk satu restoran. Semoga bermanfaat.

Makna Posisi Sendok Garpu Menyilang Dalam Table Manner

Dalam etiket di meja makan atau table manner dikenal beberapa aturan mengenai cara meletakkan sendok dan garpu atau pisau dan garpu, salah satunya adalah posisi menyilang atau saling silang. Ada sebagian dari kita yang salah menafsirkan makna posisi sendok dan garpu yang menyilang ini. Untuk lebih jelasnya, mari teruskan membaca artikel ini hingga selesai. Selamat membaca.


Beda pendapat soal makna posisi sendok dan garpu menyilang

Banyak yang mengira bahwa posisi sendok dan garpu menyilang adalah tanda bahwa acara makan telah selesai. Posisi silang ditafsirkan sebagai "stop" atau berhenti, yaitu berhenti makan. Benarkan demikian?.

Saya ingat saat beberapa teman saya dulu berdebat soal bagaimana cara meletakkan sendok dan garpu saat selesai makan. Seorang teman saya mengatakan bahwa sendok dan garpu harus dalam posisi menyilang, kalau tidak, pemilik rumah makan akan mengira kita masih mau tambah makanan.

Teman saya yang lain beda pendapat, tanda selesai makan yang benar menurutnya adalah, dengan meletakkan sendok dan garpu di atas piring sebelah kanan dalam posisi terbuka dan membentuk sudut 45˚ dengan sisi meja.

Teman lainnya menimpali kembali bahwa yang benar adalah posisi menyilang sebagai tanda selesai makan. Untuk menyakinkan, ia mengaku bahwa ia pernah ikut kursus table manner dan punya sertifikatnya.

Nah, mana yang benar??..

Makna posisi sendok dan garpu menyilang dalam table manner

Jika kita memperbincangkan table manner, maka kita harus mengikuti aturan-aturan yang ada dalam table manner itu sendiri, artinya kita tidak boleh memaknainya sendiri-sendiri.

Adapun makna sendok dan garpu atau pisau dan garpu menyilang dalam table manner adalah, sebagai tanda bahwa kita ingin menambah makanan atau ready for the second plate.

Kita juga bisa menyilangkan sendok dan garpu di atas piring makanan saat kita hendak pergi sebentar ke kamar kecil. Posisi menyilang memang bermakna "stop", tapi bukan selesai makan, melainkan untuk memberi tanda kepada waiter agar piring dan makanan kita tidak diangkat atau di-clear up, karena ia akan kembali melanjutkan makan setelah kembali dari kamar kecil.

Adapun posisi sendok dan garpu atau pisau dan garpu saat kita telah selesai makan adalah sebagai berikut :

  • Diatas piring sebelah kanan.
  • Keduanya (sendok dan garpu) sejajar dan membentuk sudut 45˚ dengan sisi  meja. Sendok di atas dan garpu dibawah.
  • Mata sendok dan garpu menghadap ke atas.

Demikian artikel tentang makna posisi sendok dan garpu menyilang dalam table manner. Semoga bermanfaat.

Cara Menggunakan Sumpit dan Etika Saat Makan Menggunakan Sumpit

Sumpit atau Chopstick memiliki fungsi yang sama dengan sendok, namun relatif lebih sulit digunakan jika kita tidak tahu cara menggunakannya. Di samping itu, ada etika tertentu yang harus kita perhatikan saat makan menggunakan sumpit. Di artikel ini kita akan belajar mengenai cara menggunakan sumpit dan etika saat makan menggunakan sumpit. Selamat membaca.


Sumpit merupakan alat makan yang berasal dari Tiongkok, berupa 2 batang kayu sama panjang yang terbuat dari kayu, bambu, gading, logam dan plastik. Sumpit biasanya dihaluskan kemudian dilapisi dengan pernis atau cat agar tidak melukai mulut dan terlihat bagus.

Sumpit digunakan di banyak negara di seluruh dunia untuk menikmati makanan khas Asia Timur, seperti masakan Tionghoa, Jepang dan Korea. Di Indonesia, pilihan sendok-garpu atau sumpit disediakan di restoran yang menyediakan masakan Tionghoa, Jepang, Korea, Vietnam dan masakan Thailand. Penjual Bakso atau Mi Pangsit juga banyak yang menyediakan sumpit.

Cara menggunakan sumpit

Berikut adalah cara menggunakan sumpit :

1. Ambil sumpit dengan tangan kanan
2. Gunakan tangan kiri untuk memposisikan sumpit dengan benar di tangan kanan
3. Tahan sumpit dengan jari manis. Bagian atas atau pangkal sumpit harus berada di antara telunjuk, jari tengah dan ibu jari.
4. Gunakan sumpit dengan tenang dan sabar.

Etika saat makan menggunakan sumpit

Berikut adalah beberapa etika yang harus kita perhatikan saat makan menggunakan sumpit :

1. Jangan menggunakan sumpit untuk memotong atau menusuk makanan
2. Jangan memainkan sumpit seperti stick drum atau dijadikan pedang-pedangan
3. Jangan menancapkan sumpit di atas mangkuk atau piring berisi nasi 
4. Jangan mengambil sesuatu langsung dari sumpit orang lain atau dari sumpit ke sumpit
5. Jangan menggunakan sumpit untuk menarik piring 
6. Jangan menjilati ujung sumpit
7. Jangan menggunakan sumpit untuk menunjuk makanan
8. Jangan gunakan sumpit yang telah bersentuhan dengan mulut kita untuk mengambil makanan yang dihidangkan untuk bersama
9. Setelah selesai makan, letakkan kembali sumpit di atas chopstcik rest (tempat atau tatakan sumpit).



Demikian artikel tentang cara menggunakan sumpit dan etika saat makan menggunakan sumpit. Semoga bermanfaat.

Ini Dia, Waitress Cantik yang Rela Memberikan Ginjalnya Kepada Tamu Restoran

Keteladanan dalam hidup tak hanya bisa kita temui di rumah ibadah dan sekolah-sekolah. Kejadian mengesankan terjadi di sebuah restoran bernama The Hooters, dimana salah seorang waitress restoran tersebut rela memberikan ginjalnya kepada seorang tamu yang mengidap kanker ginjal. Seperti apa kisahnya?.

Seorang kakek dari Roswell di Negara Bagian Georgia Amerika Serikat bernama Don Thomas, telah divonis menderita kanker ginjal dan terpaksa harus kehilangan 2 ginjalnya. Untuk mendapatkan donor ginjal, Don Thomas harus antre dalam daftar orang-orang yang mencari donor ginjal.

Meski demikian, penyakit kanker sama sekali tidak menyurutkan niat untuk menikmati santapan di restoran favorite sang kakek, The Hooters, yang terkenal dengan para pelayannya yang cantik dan seksi.

Tanpa ia duga, salah seorang waitress bernama Mariana Villarreal, yang mendengar kisah Don Thomas menyampaikan tawarannya untuk memberikan satu ginjalnya kepada sang kakek. 

Mariana Villarreal (Foto: USA Today).

Mariana mengaku sangat memahami kegelisahan sang kakek dan bercerita bahwa neneknya sendiri telah meninggal karena penyakit yang sama, kanker ginjal. Saat itu Mariana tak bisa menolong neneknya, namun ketika ginjalnya dinyatakan cocok untuk Don Thomas, ia dengan rela memberikannya.

Apa yang dilakukan waitress cantik bernama Mariana Villarreal ini sungguh mengesankan. Dibalik kecantikan wajahnya, ternyata ia juga memiliki hati yang lembut serta dermawan. 


Demikian artikel ini dia, waitress cantik yang rela memberikan ginjalnya kepada tamu restoran. Semoga bermanfaat.

Inilah Restoran Pertama dengan Konsep 'Bayar Seikhlasnya' di Eropa

Banyak strategi marketing yang diterapkan pemilik restoran untuk merangkul lebih banyak pelanggan, namun yang dilakukan oleh sebuah restoran di kota Wina terbilang luar biasa, pasalnya, restoran buffet bernama Der Wiener Deewan ini menerapkan konsep 'pay as you wish' atau 'bayar seperti yang Anda mau' alias bayar seikhlasnya.


Restoran Der Wiener Deewan didirikan pada tahun 2004 oleh sepasang suami istri bernama Afzal Deewan dan Natalie. Restoran ini berlokasi di kota Wina, Asutria dan merupakan restoran yang mengusung menu Pakistan.

Di restoran Der Wiener Deewan, Anda bebas makan sepuasnya dan tetap membayar seikhlasnya. Tak heran jika restoran ini sangat terkenal di kalangan pelajar atau mahasiswa dan kalangan menengah ke bawah. 

Konsep 'bayar seikhlasnya' menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik restoran ini. Mereka memberikan kepercayaan kepada pelanggan untuk membayar sesuai dengan tingkat kepuasan. Jika pelanggan merasa puas, maka uang yang dibayarkan oleh pelanggan pun diyakini akan proposional.

Terbukti, hingga tahun 2016 ini, restoran cita rasa Pakistan tersebut selalu ramai dan tak pernah sepi pengunjung. Jika pembeli membayar dengan nominal rendah, bahkan jauh di bawah rata-rata, lalu membuat restoran ini tutup, maka pelanggan akan terancam tak bisa menemukan restoran dengan konsep yang sama.

Jadi, hidup dan matinya restoran Der Wiener Deewan sangat bergantung pada kejujuran pelanggannya sendiri saat membayar.


Demikian artikel tentang inilah restoran pertama dengan konsep 'bayar seikhlasnya' di Eropa. Semoga bermanfaat.

Diskon Khusus Pembelian Produk untuk Karyawan di Restoran

Terkadang ada karyawan restoran yang ingin membeli produk atau menu yang dijual di restoran. Tentunya ada diskon khusus yang diberikan restoran, mengingat yang membeli adalah karyawan restoran sendiri. Pertanyaannya, berapa persen diskon khusus yang bisa diberikan untuk karyawan yang membeli produk atau menu yang dijual di restoran?.


Berdasarkan pengalaman penulis saat bekerja di beberapa restoran, besaran atau persentase diskon khusus untuk karyawan adalah sebagai berikut :

1. Diskon jika makan di tempat
Bagi karyawan yang membeli dan makan di tempat, maka diskon yang diberikan adalah sebesar 15%. 

2. Diskon jika dibungkus 
Jika karyawan membeli menu untuk dibungkus (take away), maka diskon atau potongan harga yang diberikan adalah sebesar 10%. 

Besaran diskon untuk menu yang dibungkus lebih kecil karena restoran harus menghitung biaya pembungkus seperti plastik, kotak nasi, daun atau lainnya.

Persentase diskon yang saya tuliskan di sini hanyalah standar umum yang berlaku di banyak restoran. Pemilik atau manajemen restoran dapat menentukan sendiri besaran atau persentase diskon sesuai kondisi restoran.


Demikian artikel tentang diskon khusus pembelian produk untuk karyawan di restoran. Semoga bermanfaat.

Bolehkah Karyawan Restoran Makan Menu Jual di Restoran?

Banyak biaya restoran yang harus dicermati oleh pemilik restoran, salah satunya adalah biaya makan karyawan. Seperti kita ketahui, setiap restoran memberikan jatah makan untuk para karyawannya dengan aturan tertentu. Namun ternyata tak sedikit karyawan yang kemudian diketahui mengambil menu jual, bukan menu karyawan. Dalam kondisi demikian, restoran akan mengalami banyak loss produk yang berpengaruh terhadap biaya restoran.

Sebelumnya mari kita pahami bersama apa yang saya maksud sebagai menu jual dan menu karyawan, sebagai berikut :

Menu Jual
Menu yang dibuat atau disiapkan untuk dijual kepada konsumen atau pelanggan restoran. Jika sebuah restoran mengusung menu Sop Ayam, maka contoh menu jualnya adalah Sop Ayam, Sop Sayur, Bubur Ayam, Jus Jeruk dan lain-lain.


Menu Karyawan
Menu yang dibuat atau disiapkan secara khusus untuk makan karyawan, misalnya Telur Dadar, Tempe Goreng, Sayur Lodeh, Teh Manis dan lain-lain.

Umumnya restoran-restoran menerapkan aturan jatah makan karyawan sebagai berikut :

1. Untuk jam kerja 8 hingga 9 jam, karyawan diberikan jatah makan sebanyak 1 (satu) kali, yaitu makan siang atau makan malam.
2. Untuk jam kerja yang lebih panjang (long shift), karyawan diberikan jatah makan 2 (dua) kali, yaitu makan siang dan makan malam.

Pada restoran yang masih seumur jagung, pemilik biasanya menerapkan aturan yang lebih flexibel, dengan pertimbangan agar karyawan merasa betah bekerja di restoran yang membutuhkan karyawan loyal. Namun hal tersebut akan berdampak pada biaya restoran tanpa disadari.

Aturan yang fleksibel kemudian membuat karyawan merasa dilonggarkan untuk dapat makan tanpa batasan tertentu, misalnya karyawan makan lebih dari 1 kali atau bahkan lebih dari 2 kali. Selain itu karyawan juga memakan menu jual.

Jika ini terjadi, maka biaya makan karyawan akan membengkak, nilai Foodcost menjadi tinggi dan keuntungan bersih yang didapat semakin kecil. 

Dari uraian di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa karyawan seharusnya tidak dibolehkan untuk memakan menu jual. Jikapun pemilik restoran ingin memberikannya untuk karyawan, maka menu tersebut bisa diberikan sebulan sekali sebagai menu extra, misalnya karyawan mendapat jatah makan Sop Ayam dan Jus Jeruk setiap tanggal 25 tiap bulan.

Jatah teh manis untuk karyawan juga perlu dibatasi, misalnya 1 atau 2 kali. Karyawan tidak boleh meminum teh manis lebih dari aturan yang ditentukan, selain akan membuat tingginya biaya makan karyawan, juga tidak baik untuk kesehatan karyawan.

Anda juga bisa membaca artikel : Ada Perpustakaan di Restoran, Kok Bisa?

Demikian artikel tentang bolehkah karyawan makan menu jual di restoran?. Semoga bermanfaat.
Copyright © Restofocus | Powered by Blogger

Top