1/07/2018

2 Pilihan Strategi Bisnis Restoran, Anda Pilih Mana?

Sepanjang tahun 2017, pertumbuhan bisnis kuliner di Indonesia semakin berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan kemunculan brand-brand restoran maupun cafe baru. Dampaknya, persaingan bisnis kuliner semakin ketat. Diperlukan sebuah strategi yang kemudian akan menjadi komitmen yang harus dipenuhi demi masa depan restoran atau cafe yang tengah berjalan.

Munculnya berbagai brand restoran dan cafe baru tidak hanya meramaikan pasar kuliner dan menjadikan persaingan bisnis semakin ketat, namun juga membawa dampak signifikan kepada brand-brand restoran dan cafe yang sudah ada sebelumnya, bahkan banyak di antaranya harus gulung tikar atau berhenti beroperasi.

2 strategi yang menjadi komitmen owner restoran

Ada 2 strategi bisnis restoran yang menjadi hal yang sangat mendasar, saya menyebutnya sebagai Strategi Progressive dan Strategi Defensive

Kedua strategi ini saya katakan sebagai sangat mendasar atau fundamental karena akan sangat menentukan komitmen dan kebijakan owner restoran dalam menjalankan bisnis restoran atau cafe miliknya.


Startegi Progressive

Seorang owner dikatakan menggunakan Strategi Progressive bila mana ia dengan segala sumber daya yang dimilikinya mengusahakan kemajuan dan perkembangan restoran.

Dalam Strategi Progressive, owner dengan dukungan manajemen yang baik akan terus berusaha mengembangkan sayap bisnis restorannya. Ia akan membuka cabang-cabang baru, maupun brand-brand baru dengan terobosan menu, sistem pelayanan dan sistem marketing yang lebih baik.

Sang owner tak segan untuk mendatangkan ahli atau konsultan restoran untuk memberi tahunya hal-hal apa saja yang perlu atau harus diperbaiki. Ia juga sangat memperhatikan peningkatan kualitas produk dan kemampuan karyawannya.

Strategi Defensive

Dalam Strategi Defensive, owner restoran cenderung berpikir untuk hanya mempertahankan usaha atau bisnis restoran dan cafe yang dijalankannya. Owner sudah merasa cukup puas dengan kondisi restoran dan cafe miliknya dan tak berpikir untuk membuatnya lebih besar atau lebih baik lagi.

Seringkali, ada perasaan bangga dan percaya diri yang berlebihan terhadap produk dan layanan yang dimiliki. Tak begitu tertarik akan penerapan teknologi baru dan terobosan-terobosan dalam sistem layanan dan pemasaran. 

Owner dengan Strategi Defensive biasanya baru "bergerak" saat restorannya semakin sepi pelanggan, omset yang terus menurun atau karyawan yang semakin banyak berhenti bekerja. 

Karena terlambat untuk mulai memperbaiki, maka dana, tenaga, waktu dan pemikiran yang harus dicurahkan menjadi jauh lebih besar. Hal ini kemudian dirasakan sebagai beban yang terlalu berat, sehingga sang owner lebih memilih melakukan perbaikan seadanya atau bahkan pasrah dan menyerah.

Strategi bisnis dan kenyataan

Pada kenyataannya, jika kita memilih menggunakan Strategi Defensive atau Strategi Bertahan, maka bisnis atau usaha restoran dan cafe yang kita kelola hanya menunggu waktu untuk redup dan kemudian tutup. Ini disebabkan, di luar sana, sangat banyak restoran dan cafe baru yang terus bermunculan. Mereka menawarkan berbagai pilihan kepada pelanggan dan bahkan mungkin seolah mereka "mengelilingi" restoran dan cafe kita.

Jadi, mau tak mau, kita harus menerapkan Strategi Progressive atau Strategi Bergerak Maju. Dengan strategi ini, kita akan menjadi sangat terbuka terhadap berbagai perubahan dan masukan-masukan positif. Kita akan merespon perubahan-perubahan itu dan sekaligus menerapkan perubahan atau sistem yang dianggap baik atau positif sehingga bisnis kuliner kita tetap survive.

Selain baik bagi bisnis kita, hal ini juga akan sangat berarti bagi begitu banyak karyawan yang bekerja di restoran atau cafe yang kita kelola.

Kesimpulan

Cara terbaik untuk mempertahankan bisnis kuliner kita, bukanlah dengan strategi bertahan, tapi dengan terus bergerak maju.

Demikian artikel tentang 2 pilihan strategi bisnis restoran. Semoga bermanfaat.

2 Pilihan Strategi Bisnis Restoran, Anda Pilih Mana? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Nur Makhasin

Silahkan tinggalkan komentar Anda.