Portal Lengkap Dunia Restoran, Konsultasi dan Training SDM Restoran

Saat Kasir Mengalami Minus Uang Transaksi

Menjadi seorang kasir di restoran memang terlihat mudah dan ringan, karena hanya tinggal berdiri di belakang komputer kasir dan melakukan transaksi dengan pelanggan atau tamu restoran. Namun di balik itu, pekerjaan sebagai kasir juga memiliki tingkat resiko yang besar terutama mengenai masalah uang. Tidak jarang, karena sedikit lengah, uang transaksi menjadi minus dan kasir harus mengganti dari uang pribadinya.

Selain harus tampil menarik dan komunikatif, seorang kasir restoran juga harus selalu fokus dengan setiap transaksi yang dilakukannya. Jika tidak, sedikit saja lengah, maka ia berpotensi mengalami kurang atau minus uang transaksi yang harus disetorkan, dan itu artinya sang kasir harus mengeluarkan uang pribadinya sebagai ganti uang yang kurang.

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi sebab terjadinya minus uang transaksi, antara lain :

1. Salah memberikan uang kembalian
Dalam memberikan uang kembalian kepada pelanggan atau tamu restoran yang melakukan transaksi, kasir harus menghitungnya 2 kali, yaitu saat mengambil uang kembalian dari dalam laci (drawer) dan saat memberikan uang kembalian tersebut ke tangan pelanggan atau tamu  restoran. Hal ini harus dilakukan secara konsisten dalam kondisi seramai apapun. Jika hal ini diabaikan, maka kemungkinan salah memberikan uang kembalian menjadi sangat besar. Jika kasir salah memberikan uang kembalian lebih dari satu kali, maka sudah dipastikan ia akan mengalami minus uang setoran kasir dalam jumlah banyak. Dan itu artinya, ia akan kehilangan banyak uang dan kepercayaan.


2. Tamu tidak membayar 
Ada 2 kemungkinan kenapa ada tamu atau pelanggan restoran tidak membayar ke kasir saat ia makan di restoran. Yang pertama karena lupa, dan kedua karena disengaja. Ya, terkadang ada saja tamu restoran yang dengan sengaja memanfaatkan kondisi ramai saat jam makan siang atau makan malam untuk mendapatkan makan dan pelayanan gratis lalu pergi satu persatu tanpa membayar. Dalam banyak kasus, tamu atau pelanggan restoran yang lupa membayar akan balik lagi ke restoran untuk melakukan pembayaran. 

Saat ada tamu yang tidak membayar, maka kasir adalah salah satu orang yang sudah pasti mendapatkan porsi tanggung jawab terbesar atas kurang atau minus nya uang transaksi yang harus disetorkan. Untuk itu, pengawasan oleh semua pihak di bagian depan (frontliner) harus dilakukan semaksimal mungkin untuk menghindari adanya tamu yang tidak membayar baik secara disengaja maupun tidak disengaja. Solusi lain yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan sistem Cash on the Table.

Anda juga bisa membaca artikel : Cash on  Table (COT)

3. Salah input
Bukankah jika kasir salah input, maka uang yang diterima dari tamu atau pelanggan restoran akan tetap sama jumlahnya dengan yang ditagihkan oleh kasir sehingga tidak terjadi minus uang transaksi?. Jawabannya adalah tidak. Kenapa?, karena saat tutup transaksi, bagian produksi atau kitchen juga akan menghitung apa saja menu yang sudah mereka keluarkan beserta jumlahnya sesuai dengan pesanan. Jika ditemukan misalnya ada 3 Gurame Bakar yang keluar, sedangkan yang tertera di struk rekap kasir hanya ada 2, berarti telah terjadi kelolosan atau minus 1 porsi Gurame Bakar. Dan ini juga artinya, kasir harus menggantinya.

Di setiap restoran, kebijakan persentase besaran penggantian minus uang transaksi kasir adalah berbeda-beda. Sangat tergantung pada kebijakan atau aturan yang telah ditetapkan masing-masing manajemen restoran. Sedangkan cara penggantian uang setoran kasir yang minus atau kurang bisa dengan menggantinya langsung secara tunai menggunakan uang pribadi kasir dan bisa juga dengan menandatangani kas bon sesuai jumlah minus uang untuk dipotongkan dari gaji kasir bersangkutan. 

Seorang kasir yang sering mengalami kurang atau minus uang setoran kasir akan mendapatkan penilaian buruk dari manajemen restoran karena dianggap tidak fokus kerja dan kurang berhati-hati. Untuk itu, jika kita bekerja sebagai seorang kasir, maka kita harus selalu fokus dan berhati-hati saat melakukan transaksi, termasuk tidak meninggalkan area kasir tanpa meminta izin kepada leader seperti captain atau supervisor agar di-back up saat ingin meninggalkan area kasir untuk suatu keperluan seperti ke toilet atau untuk makan dan beribadah.

Anda juga bisa membaca artikel : Standar Penampilan Kasir di Restoran

Demikian artikel saat kasir mengalami minus uang transaksi. Semoga bermanfaat.

Share this article to:

Artikel Menarik Lainnya

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel di Restofocus.Com. Silahkan tinggalkan komentar Anda. Komentar berisi link, promosi produk dan SARA tidak akan ditampilkan.

Copyright © Restofocus | Powered by Blogger

Top