9/03/2015

Hati-hati dengan Satu Kran Air yang Terbuka

Dias Akhmad  |  at  9/03/2015  |   |  No comments

Jangan remehkan satu buah kran yang terbuka dan terus mengalirkan air dalam beberapa jam. Banyak terjadi kasus complaint dari pelanggan restoran karena air habis saat pelanggan restoran hendak cuci tangan atau ke toilet. Hingga banyak pelanggan restoran yang akhirnya menggunakan air mineral untuk cuci tangan.

Kasus habis air di restoran adalah salah satu momok menakutkan bagi semua restoran. Apalagi bagi restoran yang selalu ramai dengan pengunjung. Saat ramai pengunjung, konsumsi air bersih menjadi meningkat tajam. Terlebih lagi, tidak semua tamu atau pelanggan restoran adalah orang yang terbiasa disiplin menggunakan air. Terkadang ada saja dari mereka yang lupa menutup kembali kran air di washtafel dan air pun mengucur terbuang begitu saja dalam beberapa jam.


Saat melihat ada kran (ada yang menulisnya dengan "keran") air yang terbuka dan mengalirkan air, ada sebagian dari pengunjung restoran yang peduli dengan menutup kembali kran air tersebut dan ada sebagian lagi yang tidak peduli sama sekali. Mungkin pelanggan yang tidak peduli dengan kran air yang terbuka dan terus mengalirkan air akan berkata dalam hatinya : "bukan saya yang membuka kran air itu, jadi kenapa saya harus menutupnya?"

Lalu salahkah pengunjung atau pelanggan restoran yang lupa menutup kembali kran air setelah ia cuci tangan di washtafel dan juga layak kah kita menghujat tamu restoran yang tidak peduli sama sekali dengan kran air di restoran kita yang terbuka dan mengalirkan air dengan sia-sia?

Jawabannya adalah : kita tidak bisa menyalahkan tamu. Bahkan jikapun tamu restoran berbuat salah, maka sebisanya kita memperlakukan tamu itu seakan ia tak berbuat salah. Lalu apa yang harus dilakukan?

Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan :

1. Mendorong kualitas kontrol supervisor restoran
Supervisor sudah selayaknya dapat melakukan kontrol akan hal-hal yang berhubungan dengan kelancaran operasional restoran. Termasuk tenaga kerja, bahan baku, air, listrik dan lainnya. Saat ramai makan siang misalnya, seorang supervisor tidak boleh hanya duduk atau berdiri di samping kasir. Ia harus berkeliling mengontrol jalannya operasional dan termasuk mengontrol kebersihan dan kelayakan washtafel dan air.

2. Menumbuhkan rasa kepedulian tamu semua karyawan
Kita juga harus memupuk dan menumbuhkan rasa kepedulian karyawan terhadap restoran. Kita harus memberikan pemahaman tentang bagaimana melakukan efisiensi listrik, air, pembungkus dan lainnya. Kita juga harus menumbuhkan sikap peduli karyawan kepada kebersihan dan segala hal yang ada dalam restoran, termasuk menutup kran air yang terbuka, memungut sampah di depan pintu restoran dan lain-lain.

Dua hal inilah yang harus management restoran fokus kan untuk dijalankan. Sedikit apapun air yang keluar atau menetes tak berguna adalah sebuah kerugian dan hal yang sia-sia. Sudah selayaknya kita bersikap peduli terhadap ketersediaan air. Jika satu kran air yang terbuka berjam-jam dapat menghabiskan persediaan air sebuah restoran, bagaimana jika ada dua atau lebih kran air yang terbuka?.

Semoga bermanfaat.

Hati-hati dengan Satu Kran Air yang Terbuka Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Dias Akhmad

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel di Restofocus.Com. Silahkan tinggalkan komentar Anda. Komentar berisi link, promosi produk dan SARA tidak akan ditampilkan.